free invisible hit counter

Perbedaan Candi Hindu dan Budha di Indonesia

Halo teman-teman, apa kabar kalian hari ini? Semoga selalu sehat dan bahagia ya. Kali ini, saya ingin membahas tentang Perbedaan Candi Hindu dan Budha dalam konteks sejarah. Seperti yang kita tahu, Indonesia memiliki banyak peninggalan sejarah berupa candi-candi yang tersebar di berbagai daerah. Namun, tahukah kalian bahwa ada perbedaan antara candi Hindu dan Budha? Yuk, kita simak bersama-sama!

Perbedaan Candi Hindu dan Budha

Pengantar

Candi merupakan sebuah bangunan suci yang dibangun oleh umat Hindu ataupun Budha. Di Indonesia, terdapat banyak situs candi Hindu dan Budha yang bisa ditemukan dari Sabang sampai Merauke. Namun, meski keduanya merupakan bangunan suci, terdapat beberapa perbedaan yang mendasar antara candi Hindu dan Budha. Berikut ini adalah beberapa perbedaan tersebut.

Asal Usul

Candi Hindu dan Budha memiliki asal usul yang berbeda. Candi Hindu berasal dari agama Hindu yang merupakan agama asli India. Sedangkan candi Budha berasal dari agama Buddha yang juga berasal dari India, namun agama ini kemudian menyebar ke seluruh Asia termasuk Indonesia.

Arah Pintu Masuk

Salah satu perbedaan paling mencolok antara candi Hindu dan Budha adalah arah pintu masuk. Pada Candi Hindu, pintu masuk selalu menghadap ke arah matahari terbit yang disebut dengan arah timur atau “kaja”. Sedangkan pada Candi Budha, pintu masuk selalu menghadap arah barat atau “kelod”.

Ornamen pada Bangunan

Candi Hindu dan Budha juga memiliki perbedaan dalam ornamen bangunannya. Candi Hindu biasanya memiliki ukiran yang kaya dengan motif-motif dewa dan makhluk mitologis. Sedangkan pada Candi Budha, ornamen biasanya lebih sederhana dan mencirikan keheningan dan kedamaian.

Fungsi

Candi Hindu dan Budha juga memiliki fungsi yang berbeda. Pada umumnya, Candi Hindu dibangun sebagai tempat untuk memuja para dewa dan dewi. Sementara itu, Candi Budha dibangun sebagai tempat untuk melakukan meditasi.

Tanggal Penyelesaian Pembangunan

Meskipun sulit untuk menentukan tanggal pasti penyelesaian pembangunan Candi Hindu dan Budha, namun ada sedikit perbedaan dalam rentang waktu antara kedua candi tersebut. Candi Hindu umumnya dibangun pada abad ke-5 hingga ke-12 Masehi. Sementara itu, Candi Budha mulai dibangun pada era kerajaan Sriwijaya hingga zaman Majapahit, sekitar abad ke-8 hingga ke-15 Masehi.

Jumlah Puncak Atas Bangunan

Umumnya, Candi Hindu memiliki lebih dari satu puncak atas bangunan. Puncak-puncak tersebut biasanya berjumlah ganjil seperti tiga, lima, tujuh, atau sembilan menjadi simbol kepercayaan bahwa dewa-dewa tersebut berada di alam semesta yang terdiri dari sembilan lapisan. Sementara itu, Candi Budha hanya memiliki satu puncak atap atau stupa sebagai simbol dari nirwana dalam ajaran Buddha.

Ukuran Batu Bata

Perbedaan selanjutnya adalah ukuran batu bata yang digunakan untuk membangun candi. Candi Hindu umumnya menggunakan batu bata yang lebih besar dibandingkan dengan candi Budha. Hal ini berkaitan dengan teknologi pembangunan pada masanya.

Bentuk

Candi Hindu dan Budha juga memiliki bentuk yang berbeda. Candi Hindu umumnya berbentuk seperti prasasti atau menara, sedangkan Candi Budha berbentuk seperti stupa.

Kegiatan di Lingkungan Candi

Candi Hindu sering dijadikan sebagai tempat melakukan upacara yang biasanya diikuti oleh umat Hindu. Sedangkan Candi Budha lebih sering digunakan sebagai tempat untuk bermeditasi atau melakukan perenungan.

Sumber Bahan Bakar Penerangan

Candi Hindu biasanya menggunakan minyak tanah atau lilin sebagai sumber bahan bakar untuk penerangan pada saat upacara. Sementara itu, Candi Budha menggunakan lampu minyak atau biasa disebut dengan “pelita” sebagai sumber penerangan.

Perbandingan Candi Hindu dan Budha

Terdapat beberapa perbandingan antara Candi Hindu dan Budha yang dapat dijelaskan melalui tabel di bawah ini.

Perbandingan Candi Hindu Candi Budha
Asal Usul Agama Hindu yang berasal dari India Agama Buddha yang berasal dari India dan menyebar ke Asia
Arah Pintu Masuk Menghadap ke arah timur atau “kaja” Menghadap ke barat atau “kelod”
Ornamen pada Bangunan Ornamen yang kaya dan komplikasi Ornamen yang sederhana
Fungsi Tempat memuja para dewa dan dewi Tempat untuk meditasi dan perenungan
Tanggal Penyelesaian Pembangunan Abad ke-5 hingga ke-12 Masehi Abad ke-8 hingga ke-15 Masehi
Jumlah Puncak Atas Bangunan Lebih dari satu puncak, biasanya berjumlah ganjil Hanya satu puncak atau stupa
Ukuran Batu Bata Batu bata yang lebih besar Batu bata yang lebih kecil
Bentuk Bentuk menara atau prasasti Bentuk stupa
Kegiatan di Lingkungan Candi Tempat melakukan upacara Hindu Tempat bermeditasi dan perenungan
Sumber Bahan Bakar Penerangan Minyak tanah atau lilin Lampu minyak (pelita)

Kesimpulan

Setelah mempelajari beberapa perbedaan antara Candi Hindu dan Budha, kita bisa menyimpulkan bahwa meskipun keduanya merupakan bangunan suci, namun terdapat perbedaan yang signifikan dalam aspek-aspek tertentu. Hal itu tidak mengurangi nilai sejarah dan keagungan candi tersebut, yang penting kita sebagai masyarakat Indonesia harus selalu menjaga dan merawat keberadaannya sebagai warisan budaya yang sangat berharga.

FAQ (Pertanyaan dan Jawaban)

1. Apa perbedaan antara Candi Hindu dan Budha?
Candi Hindu dibangun untuk pemujaan dewa-dewi Hindu, sedangkan Candi Budha dibangun untuk pemujaan Buddha dan ajarannya.

2. Bagaimana cara membedakan Candi Hindu dan Budha secara fisik?
Candi Hindu memiliki ciri-ciri seperti adanya prasasti berisi mantra atau aksara Sanskerta, arca dewa-dewi Hindu, dan seringkali berbentuk meru. Sementara Candi Budha biasanya memiliki stupa, arca Budha, dan lebih sederhana dalam desain.

3. Apakah Candi Hindu dan Budha berbeda dalam fungsi sosialnya di masa lalu?
Ya, Candi Hindu sebagian besar dibangun oleh para raja untuk menunjukkan kekuasaan dan pengaruh mereka, serta sebagai tempat pemujaan. Sementara Candi Budha sering kali dibangun oleh para biksu dan disebut sebagai tempat meditasi.

4. Apakah Candi Hindu dan Budha pernah dibangun bersamaan?
Ya, beberapa candi seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan merupakan contoh dari perpaduan Candi Hindu dan Budha.

5. Apakah Candi Hindu dan Budha mempunyai kemiripan dalam bentuk arsitektur?
Ya, Candi Hindu dan Budha sama-sama memiliki arsitektur yang indah dan rumit, dengan penggunaan batu dan ornamen yang khas.

6. Apakah Candi Hindu dan Budha dipandang sebagai warisan budaya dunia?
Ya, beberapa candi seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan telah diakui sebagai situs warisan budaya dunia oleh UNESCO.

7. Bagaimana peran candi dalam sejarah Indonesia?
Candi-candi yang dibangun di masa lalu memberikan gambaran tentang kekuasaan dan agama yang dianut oleh masyarakat pada masa itu, dan menjadi bukti kehandalan teknik bangunan pada zaman dahulu.

8. Apakah candi masih digunakan untuk kegiatan keagamaan?
Ya, beberapa candi masih digunakan sebagai tempat ibadah atau ritual keagamaan oleh masyarakat setempat.

9. Apakah ada candi yang tidak diketahui asal usulnya?
Ya, masih ada beberapa candi yang belum diketahui asal-usulnya dan menjadi misteri dalam sejarah arkeologi Indonesia.

10. Apakah candi hanya ditemukan di Indonesia?
Tidak, ada juga candi di negara-negara seperti India, Kambodia, Laos, dan Myanmar, dengan berbagai jenis agama seperti Hindu, Budha, atau Konghucu.

Kesimpulan

Dalam Sejarah Indonesia terdapat banyak pura atau candi yang masih terawat dengan baik, khususnya candi Hindu dan Budha yang mempunyai perbedaan yang mencolok pada arsitektur dan latar sejarahnya. Candi Hindu umumnya dibangun pada masa Kerajaan Hindu, biasanya terlihat lebih besar dan lebih berwarna, serta terdiri dari banyak patung Dewa dan relief menggambarkan kisah-kisah dari agama Hindu. Sedangkan, Candi Budha cenderung memiliki ukuran yang lebih kecil dan terdiri dari banyak patung Buddha, relief dan pagoda kecil menggambarkan kisah-kisah dari agama Buddha. Meskipun perbedaan ini, namun keduanya tetap menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

Itulah tadi penjelasan tentang perbedaan candi Hindu dan Budha. Semoga dengan adanya artikel ini, pembaca semakin memahami perbedaan keduanya. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih atas waktu yang telah diberikan untuk membaca artikel ini. Jangan lupa untuk membagikan informasi atau artikel ini kepada kerabat dan keluarga anda ya! Semoga artikel kita hari ini bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih dan sampai jumpa di artikel kami selanjutnya!

Leave a Comment